Berita 15 Aug 2025 1.301 Dilihat

Sejarah Desa Kediri Kecamatan Karanglewas

Website Resmi Desa Kediri

Sejarah Kepemimpinan dan Perjalanan Pembangunan Desa Kediri

Perjalanan sejarah Desa Kediri tidak dapat dipisahkan dari sosok-sosok pemimpin yang telah mengabdikan diri untuk membangun dan memajukan desa. Dari masa pemerintahan tradisional hingga era pemerintahan modern, setiap kepala desa telah memberikan warna dan kontribusi sesuai dengan tantangan zamannya.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada periode 1907–1918, Desa Kediri dipimpin oleh Ki Lewo. Kepemimpinannya kemudian dilanjutkan oleh Ki Kantong selama kurang lebih enam tahun. Setelah itu, Ki Lebe memimpin Desa Kediri pada periode 1924–1926, sebelum estafet kepemimpinan diteruskan oleh Lurah Kertadiwirya yang menjabat dari 1927 hingga 1936. Selanjutnya, pemerintahan desa dipimpin oleh Ki Karlan hingga tahun 1939, kemudian dilanjutkan oleh Eyang Nardi Kartosupono yang memimpin Desa Kediri pada masa 1940–1945, menjelang berakhirnya masa penjajahan.

Memasuki era kemerdekaan Republik Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, sistem pemerintahan desa mulai mengalami perubahan. Kepala desa dipilih oleh masyarakat, dan H. Bajuri menjadi kepala desa pertama pada masa kemerdekaan. Beliau memimpin Desa Kediri selama kurang lebih 17 tahun, yaitu dari 1945 hingga 1962, sekaligus meletakkan fondasi penyelenggaraan pemerintahan desa pada masa awal kemerdekaan.

Pada tahun 1963 dilaksanakan pemilihan kepala desa yang dimenangkan oleh Bangun Sudiwijoyo atau Marsudi. Namun, sebelum dilantik beliau dinyatakan gugur demi hukum sehingga pada tahun yang sama diselenggarakan pemilihan ulang. Dalam pemilihan tersebut, Karsim Wiryosumarno terpilih sebagai Kepala Desa Kediri dan memimpin selama 26 tahun, yaitu dari 1963 hingga 1989.

Masa kepemimpinan Karsim Wiryosumarno menjadi salah satu tonggak penting pembangunan Desa Kediri. Sejak dekade 1970-an, berbagai pembangunan fisik mulai diwujudkan secara nyata. Di antaranya adalah pembangunan saluran pengairan dari SD Negeri 1 Kediri menuju areal persawahan Blok Kecipak, pelebaran dan pengerasan jalan-jalan protokol desa dari lebar tiga meter menjadi enam meter, pembangunan jalan penghubung di wilayah RW 06 yang menghubungkan Desa Tamansari dan Desa Karanganyar melalui program Inpres Bangdes, pembangunan Dam Prigi secara permanen, pembangunan SD Negeri 1, SD Negeri 2, dan SD Negeri 3 (Danasri), pembangunan Kantor Desa beserta Gedung PKK, serta pembangunan Lapangan Sepak Bola Desa Kediri. Berbagai pembangunan tersebut menjadi fondasi penting bagi kemajuan desa hingga saat ini.

Setelah masa jabatan Karsim Wiryosumarno berakhir, masyarakat kembali memilih kepala desa melalui pemilihan umum. H. Abdullah, yang juga dikenal dengan nama Sunardi, terpilih sebagai Kepala Desa Kediri untuk masa jabatan delapan tahun. Dalam masa kepemimpinannya, berbagai pembangunan strategis berhasil dilaksanakan, antara lain pembangunan Pendopo Balai Desa beserta tembok keliling dan gapura, pembangunan talud jalan protokol desa di wilayah RT 01 RW 01, pembangunan kembali Dam Prigi yang rusak akibat banjir, pembangunan peh saluran Daerah Irigasi Jengok, pengaspalan jalan desa untuk pertama kalinya, program Listrik Masuk Desa, pembangunan rumah Polindes, serta pembangunan Jembatan Kali Logawa dan Bendung Kediri yang didanai melalui APBN untuk mendukung sistem irigasi wilayah Kecamatan Patikraja.

Namun, sebelum masa jabatannya berakhir, H. Abdullah jatuh sakit dan wafat pada 23 Maret 1995. Untuk menjaga kesinambungan pemerintahan, jabatan Kepala Desa kemudian diisi oleh Hirawan Danan Putra dan Narisun sebagai Penjabat Kepala Desa hingga tahun 1997. Selama masa tersebut, pembangunan desa tetap berjalan, baik pembangunan fisik maupun penguatan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Pada Oktober 1997, kembali diselenggarakan Pemilihan Kepala Desa. Masyarakat memberikan kepercayaan kepada Budi Hartono, S.E., yang kemudian dilantik pada 12 Januari 1998 dan memimpin hingga 12 Januari 2006. Salah satu pembangunan yang menjadi tonggak pada masa kepemimpinannya adalah pengaspalan jalan dari pertigaan Balai Desa menuju Karangblimbing untuk pertama kalinya.

Setelah berakhirnya masa jabatan Budi Hartono, sambil menunggu kepala desa definitif terpilih, Suntoro, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Desa, diangkat sebagai Penjabat Kepala Desa mulai 13 Januari 2006 hingga pelantikan kepala desa berikutnya.

Pemilihan Kepala Desa kembali dilaksanakan pada 31 Mei 2007 dan dimenangkan oleh Imam Kasid. Beliau kemudian dilantik oleh Bupati Banyumas pada 3 Juli 2007. Selama masa kepemimpinannya, berbagai pembangunan berhasil diwujudkan, antara lain pembangunan Gedung TK Pertiwi 05, pembangunan jalan aspal hotmix dari batas Desa Kediri menuju Karangblimbing, pembangunan rabat beton di wilayah RW 06, pembangunan Gedung PAUD Tunas Bangsa, pembangunan Polindes, pembangunan Masjid Jami' Baitussalam, serta pembangunan gapura batas desa. Selain pembangunan fisik, Desa Kediri juga berhasil meraih Juara III Lomba Desa Tingkat Kabupaten Banyumas, serta mempertahankan prestasi pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam dua bulan pertama setiap tahunnya selama masa pemerintahannya.

Pada tahun 2013, masyarakat kembali melaksanakan Pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh Kodrat, S.P. dengan tanda gambar ketela dan Kusto dengan tanda gambar padi. Dalam pemilihan tersebut, Kodrat, S.P. memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Kediri. Walaupun masa kepemimpinannya relatif singkat, beliau telah menyusun berbagai rencana pembangunan strategis, antara lain pembangunan Jembatan Kali Jengok, pembangunan badan Jalan Usaha Tani di wilayah RW 06, serta pengaspalan jalan di RW 06. Sayangnya, seluruh rencana tersebut belum sempat direalisasikan karena beliau wafat pada 15 Mei 2015.

Seluruh program pembangunan yang telah direncanakan kemudian dilanjutkan oleh Drs. Herman Susanto sebagai Penjabat Kepala Desa yang memimpin selama kurang lebih tujuh bulan, yaitu dari Juni hingga Desember 2015.

Selanjutnya, pada akhir tahun 2015, masyarakat kembali memilih Kusto sebagai Kepala Desa Kediri. Beliau memimpin pada periode 2015–2021 dan kembali memperoleh kepercayaan masyarakat untuk periode kedua 2021–2029. Di bawah kepemimpinannya, pembangunan Desa Kediri terus diarahkan pada peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang lebih baik, serta penguatan potensi desa menuju masyarakat yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Perjalanan panjang kepemimpinan Desa Kediri menunjukkan bahwa setiap periode memiliki tantangan dan capaian yang berbeda. Berbagai pembangunan yang telah dilakukan dari masa ke masa menjadi fondasi bagi kemajuan Desa Kediri saat ini. Semangat pengabdian para pemimpin terdahulu menjadi warisan berharga yang terus dilanjutkan demi mewujudkan Desa Kediri sebagai desa yang maju, mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakatnya.


Tulis Komentar